Minggu, 12 April 2009

aku disini

Aku disini
menunggu sendiri

dalam untaian keraguan
menepas mimpi
menghadang badai

siapa yang kan mengerti
hati yang hancur
tiada berseri

hanya kata
musnah dalam derita

Senin, 09 Maret 2009

2nd Letter

SMAK Penabur Gading Serpong
Kelapa Gading Barat Raya, Gading Serpong
Tangerang, Indonesia
15425

March 9, 2009

College of the Atlantic

105 Eden Street

Bar Harbor

ME 04609

Dear Sir or Madam,

I am writing to you to ask you about admission requirements of College of the Atlantic.

I am an 11th grade high school student international student with English as mine second language. Furthermore, I am interested to apply the human ecology undergraduate program academic years 2010-2011. Therefore, I would like to inquire about the SAT (I and II) and TOEFL requirements.

I would like to express my greatest gratitude to you. I look forward to receiving your reply. If you have any further questions, please do not hesitate to contact me at damarps@yahoo.com.

Faithfully Yours,

Damar P. Susilaradeya

Rev.

Letter 1

SMAK Penabur Gading Serpong

Kelapa Gading Barat Raya

Tangerang, Indonesia

February 24th, 2009

Boston University
One Silber Way
Boston, MA 02215

Dear Sir/Madam,

I am writing to you to ask you about information to enter Boston University.

I am an 11th grade high school student. I am interested to enter the health sciences undergraduate program. Therefore, what are the requirements that I have to fulfill? Are there any scholarship programs?

Thank you for your help.

Faithfully Yours,

Damar Parasdianingtias Ratnaganadi Paramita

Senin, 02 Maret 2009

Sudah 2 tahun



Rabu, 05 November 2008

National Geographic Presentation


Tamparlah Aku

Kau cukup gagah untuk bertarung. Mereka takkan menertawakanmu. Walaupun kau punya lesung pipit yang sangat menarik untuk dipandang. Walaupun otot-ototmu tak sebesar dirinya. Kau tahu? Kau harus bersyukur sekali karena kau boleh merasakan kecukupan. Karena kau boleh mengetahui semua rasa dan menilai dari celah jendela terkecil di dunia. Kau lahir karena keajaiban. Kau dirawat dengan kasih dan cinta. Tak tahukah kamu, tidak semua orang bisa merasakan berkat sedemikian rupa. Kau diajari dan dididik dalam kebenaran. Kau tak pernah kekurangan. Aku tahu, kamu hebat. Kamu istimewa. Kalaupun kamu ingin menamparnya hingga mengalirlah darah dari hidungnya, silahkan. Itu pilihanmu. Tapi ketahuilah kamu berbeda. Kamu bisa berdiri dengan harga diri tanpa melakukannya. Kamu bisa berkata aku baik-baik saja tanpa melakukan apapun. Walau tulisanmu dan perkataanmu dapat menusuk balik dan menghancurkan hubunganmu. Kalau memilih untuk tidak, bukankah itu sesuatu yang baik? Dia menamparmu, kamu membiarkannya. Karena kamu punya sesuatu yang tidak dimilikinya. Ketulusan.

Mengapa?

Apa yang kau rasakan ketika kau tahu harinya akan segera tiba?
Perlahan kau tempuh jalan panjang demi impian yang telah kau tabur. Kau berlari, terjatuh, merangkak, sampai kepala menyentuh lantai. Sendiri dalam tangis. Tak mampu mengubur perasaan ini. Cahayanya kuat dalam hatimu. Memancar dan meraba setiap lekuk tubuh. Sampai kau berhasil bangkit karena mimpimu hidup, mimpimu adalah duniamu. Kau berhasil. Kau berhasil karena kau jatuh tapi bangkit kembali. Matahari telah merahkan rambutmu, gelapkan kulitmu. Tapi cahaya suci memancar dari dirimu. Kehangatan tak tergantikan dapat kurasakan saat berada di dekatmu. Kamu telah mencapai kesempurnaan itu. Kau hebat. Kau boleh tertawa renyah. Tawa dan senyummu hanya akan membawa kedamaian dan keceriaan. Kau mata air kasih dan sayang. Kau berhasil menyentuhnya dengan jemarimu. Kau ingin memeluknya, tapi kau tahu saatnya belum tiba. Nyata bayangan dalam pikiranmu saat-saat bersamanya. Setiap gelak tawa, setiap perbincangan yang disaksikan ruang, setiap tulisan yang kau kirimkan, hanya akan terbungkus rapat dalam kotak berbungkus emas di rahasia terdalammu. Rahasia bahwa kau mencintainya. Akan tetapi kau tahu, semuanya akan berakhir. Mengapa?